BSINews.id | Aceh Barat – Komandan Korem 012/Teuku Umar, Kolonel Inf Benny Rahadian, S.E., M.Han dalam kutipan pidatonya mengatakan “Negara yang besar adalah negara yang bisa menghargai jasa para pahlawannya, dan itu harus kita wujudkan.” Hal tersebut disampaikannya saat pembukaan acara peresmian Renovasi dan Pembangunan fasilitas Komplek Makam Teuku Umar di Gampong Mugo Rayeuk, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu siang (17/5).
Dalam momen tersebut, Kolonel Benny menyampaikan bahwa renovasi ini merupakan bentuk penghormatan kepada Teuku Umar yang telah berjuang melawan penjajah Belanda pada tahun 1873-1899. “Atas jasa beliaulah kita bisa sekarang ini berada pada masa kemajuan, masa kemerdekaan seperti ini,” ucapnya di hadapan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr (Han), yang hadir langsung meresmikan fasilitas tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan renovasi dimulai pada Juni 2024, berawal dari kunjungan Pangdam ke lokasi makam yang saat itu kondisinya dinilai memprihatinkan. “Kami masih ingat penyampaian dari Bapak Pangdam bahwa salah satu pahlawan Aceh yang dimakamkan di Sumedang di sana dirawat dan dihormati dengan sangat baik. Maka tidak tepat jika makam Teuku Umar di sini tidak kita perhatikan,” jelas Kolonel Benny.
Sebanyak 12 titik telah direnovasi satu diantaranya di bangun baru, yakni bangunan rumah tunggu yang dibangun sama persis menyerupai bangunan lama.
adapun bangunan yang direnovasi meliputi, area makam, musala, ruang anjungan (mini museum), balai tamu, gapura depan, pagar area makam, reling tangga, papan nama di makam dan pintu masuk, tangga penghubung antar area, serta tiang bendera, sebagai bagian dari upaya revitalisasi situs sejarah untuk penghormatan terhadap jasa pahlawan.
“Rumah singgah yang tadinya tidak bisa disinggahi, sekarang sudah layak. Mushala yang plafonnya rontok kini sudah bisa dipakai untuk shalat. Tapi saya lihat shalat subuh belum ada, mungkin belum ramai.” ujar Kolonel Benny, sembari mengundang tawa hadirin.
Proyek ini, menurutnya, dikerjakan oleh prajurit TNI bersama warga sekitar secara bertahap, menyesuaikan dengan medan dan keterbatasan akses. “Material harus digotong prajurit secara manual, Tapi Alhamdulillah, semuanya berhasil kita selesaikan,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa sebagian bahan seperti papan nama makam harus dipesan dari luar daerah. “Huruf-hurufnya kita pesan dari Kota Semarang, karena di Meulaboh tidak ada yang bisa buat yang mirip. Ukurannya pun beberapa kali salah kirim,” terangnya.
Total anggaran renovasi disebut mencapai sekitar Rp513 juta, yang berasal dari sumbangan masyarakat. “Dari mana? Dari hamba Allah,” ucapnya singkat sambil tersenyum.
Dalam pantauan wartawan BSINews.id, peresmian juga dihadiri oleh pejabat daerah, termasuk Penjabat Bupati Aceh Barat, unsur Forkopimda, dan jajaran TNI-Polri.
Komplek Makam Teuku Umar yang kini tampil layak dan representatif diharapkan dapat menjadi tempat ziarah sejarah yang membangkitkan semangat nasionalisme generasi muda. “Ini bukan sekadar bangunan, tapi wujud penghormatan pada sejarah bangsa,” tutup Kolonel Benny.