BSINews.id | Aceh Barat – Ratusan warga dari sejumlah gampong di Kecamatan Kaway XVI dan Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, menghadang dan menghentikan sejumlah truk pengangkut batu bara yang melintas di jalan lintas provinsi Meulaboh–Tutut, Jumat malam (11/4/2025) sekitar pukul 21.06 WIB.
Berdasarkan pantauan di lokasi, setidaknya lima unit truk bermuatan batu bara terlihat dihentikan warga dan diparkir di bahu jalan. Aksi spontan itu berlangsung di perbatasan antara Gampong Alue Tampak dan Gampong Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI.
Sejumlah warga terlihat berjaga di sepanjang jalan, mengawasi kendaraan yang melintas, khususnya truk-truk pengangkut batu bara yang datang dari arah perkampungan menuju pusat kota.
Reza, salah satu sopir truk, mengaku tidak mengetahui alasan pasti penghentian truk-truk tersebut. Ia mengatakan hanya ikut berhenti karena melihat kendaraan lain sudah lebih dahulu berhenti.
“Lihat orang ini berhenti semua, kupikir ada apa, maka saya juga ikut berhenti. Kami bawa batu bara milik PT AJB, tapi kami beda-beda vendor,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi.
Aksi tersebut melibatkan warga dari Gampong Padang Mancang, Meunasah Buloh, Alue Tampak, dan Gampong Pasi Jambu di Kecamatan Kaway XVI, serta Gampong Marek dan Blang Beurandang dari Kecamatan Johan Pahlawan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi warga ini dipicu oleh keresahan atas aktivitas lalu lalang truk batu bara yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat, khususnya di malam hari.
Batu bara yang diangkut berasal dari salah satu perusahaan pertambangan batambang di wilayah Kecamatan Kaway XVI dan ditujukan ke salah satu perusahaan pembangkit listrik di Kabupaten Nagan Raya.
Truk-truk tersebut menggunakan jalur Meulaboh-Tutut hingga ke jalan lintas provinsi Meulaboh-Tapaktuan sebagai rute pengangkutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah setempat terkait kejadian tersebut.