Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Mobil Truk Batu Bara Ditahan Massa, Pemilik Unit Minta Kebijaksanaan

Teuku Aldrin Arifin (Alex) : Mereka Hanya Cari Nafkah

Teuku Aldrin Arifin (Alex) Salah Satu Pemilik Unit Pengangkutan Batu Bara (11/4/2025) Photo : Capture Video Rep Cam ARIFFAHMI

BSINews.id | Aceh Barat – Aksi penghadangan mobil pengangkut batu bara oleh sejumlah massa dari perwakilan beberapa Gampong di Kecamatan Kaway XVI dan Dua Gampong dari Kecamatan Johan Pahlawan, sempat terjadi ketegangan di ruas jalan Meulaboh–Tutut, tepatnya di perbatasan Gampong Alue Tampak dan Gampong Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat. Pada Jum’at malam (11/4/2025).

Sejumlah unit truk pengangkut batu bara ditahan oleh massa dan warga setempat yang mengklaim memiliki tuntutan terhadap aktivitas pengangkutan tersebut.

Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Di tengah situasi yang memanas, Teuku Aldrin Arifin atau yang akrab disapa Alex, salah satu pemilik unit pengangkutan batu bara, angkat bicara dengan nada menyejukkan. Ia meminta agar para sopir truk yang telah bermuatan diberikan kelonggaran untuk melintas, setidaknya hingga ada solusi dari pihak-pihak terkait.

“Unit kami tidak mengetahui bahwa ada tuntutan dari warga. Jadi malam ini kami mohon, semua unit yang sudah bermuatan agar bisa dilewatkan dulu. Nanti akan kami sampaikan kepada sopir-sopir agar tidak kembali sementara waktu sampai persoalan ini selesai,” ujarnya.

Alex menekankan bahwa para sopir bukanlah orang luar, melainkan warga lokal yang juga berjuang mencari nafkah untuk keluarga mereka.

“Kasihan sopir-sopir itu. Mereka bukan pendatang, hampir semuanya putra daerah, mayoritas dari Kecamatan Kaway XVI. Mereka hanya bekerja, membawa pulang beras untuk keluarga. Kalau terus seperti ini, tanpa titik temu, yang jadi korban adalah rakyat kecil,” tambahnya dengan nada prihatin.

BACA JUGA:  Gegara Ditolak Nyoblos, Warga Sorong Ngamuk Rusak TPS

Ia juga mengajak semua pihak termasuk aparatur gampong dan tokoh masyarakat untuk membuka ruang dialog yang damai dan bijaksana.

“Kami tidak menolak jika ada tuntutan dari warga. Kami siap duduk bersama. Tapi malam ini, mohon beri jalan dulu kepada unit kami. Sebelum ada kesepakatan, kami tidak akan melanjutkan aktivitas,” kata Alex.

Menanggapi pernyataan dari seorang anggota DPR yang menyebut bahwa pengangkutan batu bara sudah tidak diperbolehkan lagi, Alex memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh.

“Soal itu, saya tidak bisa bicara. Itu bukan ranah saya. Saya bukan bagian dari pemerintah. Masalah perizinan, itu urusan PT. AJB dengan pemerintah. Kami hanya vendor yang ditugaskan untuk bekerja,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Alex kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin memihak siapa pun.

“Kami diperintahkan untuk kerja kami kerja, Kami Vendornya PT. AJB jelas ya, saya tidak memihak ke siapapun saya memihak kepada unit pengangkutan saya” jelasnya

Penulis: ARIFFAHMIEditor: Redaksi