Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Mengenal Cithirai Maha Puja, Perayaan Spiritualitas Hindu Tamil di Aceh

Umat Hindu merayakan Cithirai Maha Puja di Kuil Shri Palani Andawer, Banda Aceh, Jum'at (18/4/2025). Foto: Malika Islami Arifa

BSINews.id|Banda Aceh – Komunitas Hindu Tamil di Banda Aceh kembali melaksanakan ritual tahunan Cithirai Maha Puja pada Jum’at (18/4) hingga Minggu (20/4). Perayaan ini dipusatkan di Kuil Shri Palani Andawer, Kampung Kedah, Kecamatan Kuta Raja, dan diikuti oleh puluhan umat dari dalam dan luar daerah.

Cithirai Maha Puja adalah peringatan hari kelahiran Dewa Murugan, sosok dewa perang yang dipercaya sebagai pelindung umat Hindu Tamil dari kekuatan jahat. Perayaan ini menandai kemenangan kebaikan atas keburukan, sekaligus menjadi momen refleksi dan penguatan spiritual bagi umat.

Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

“Ini bukan sekadar acara seremonial. Kami percaya Dewa Murugan hadir dan memberkati umat yang tulus memujanya,” ujar Rada Krisna, pendeta yang memimpin jalannya ritual dihari pertama.

Umat Hindu mengikuti ritual pemujaan di dalam Kuil Shri Palani Andawer. Foto: Malika Islami Arifa.

Prosesi berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, umat menyalakan api suci sebagai lambang pemurnian dan penghormatan kepada sang dewa. Kemudian pembacaan kitab Balita, kitab suci yang berisi ajaran moral dan nilai-nilai kebajikan.

Hari kedua diisi dengan sembahyang sore dan ritual pemujaan. Pada puncak acara Minggu pagi, dilakukan arak-arakan archa (patung suci), disertai dengan pelepasan nazar oleh umat yang merasa telah menerima anugerah atau pertolongan.

“Setiap nazar punya cerita. Ada yang pernah sakit, ada juga yang ingin usahanya pulih. Mereka menepati janjinya kepada dewa lewat prosesi ini,” kata Rada.

Yang menarik, acara ini tak hanya dihadiri umat dari Banda Aceh. Sejumlah tamu juga datang dari Medan dan bahkan Malaysia, menunjukkan bahwa makna Cithirai Maha Puja melampaui batas geografis, mengikat umat dalam semangat bersama.

BACA JUGA:  Uni Emirat Arab Akan Bangun Islamic Center dan Masjid di UIN Ar-Raniry

Meski digelar di tengah lingkungan mayoritas muslim dan berada di wilayah syariat Islam, pelaksanaan puja berlangsung aman dan penuh khidmat. Rada menyebut toleransi yang terjalin di Kampung Kedah sebagai berkah tersendiri.

“Kami kecil, tapi kami tetap ada. Kami bisa menjalankan ibadah dengan tenang. Itu artinya ada ruang bagi keyakinan kami untuk tumbuh,” ujarnya.

Bagi umat Hindu Tamil, Cithirai Maha Puja adalah tonggak spiritual dan kebudayaan. Sebuah pengingat tahunan bahwa dalam hidup, kebaikan arus terus diperjuangkan, seperti halnya Murugan melawan kegelapan.