Media Sosial Mendorong Wisatawan Menjelajahi Destinasi Baru
Bsinews.id, Jakarta, Konten perjalanan di media sosial semakin memengaruhi pilihan destinasi wisata, terutama di kalangan anak muda. Dilansir dari Detik Travel, penelitian Opodo terhadap 9.000 wisatawan dari tujuh negara menunjukkan bahwa platform digital menjadi salah satu sumber inspirasi untuk merencanakan perjalanan. Foto destinasi, video pendek, dan vlog dapat membuat tempat yang sebelumnya tidak masuk dalam rencana liburan menjadi tujuan yang ingin dikunjungi.
Selain mencari inspirasi, wisatawan juga menggunakan media sosial untuk membagikan pengalaman selama bepergian. Berdasarkan survei Opodo yang dilansir Euronews pada Minggu (11/10/2026), sebanyak 59 persen responden Generasi Z mengaku memperoleh ide perjalanan dari media sosial. Angka ini menunjukkan kuatnya pengaruh konten digital terhadap kelompok wisatawan berusia muda.
Pengaruh tersebut juga terlihat pada kelompok usia 25 hingga 35 tahun. Sebanyak 52 persen responden dalam kelompok ini mendapatkan inspirasi perjalanan dari media sosial, meningkat dibandingkan 32 persen dalam survei serupa pada 2024.
Sebaliknya, pengaruh media sosial relatif rendah pada kelompok usia lebih tua. Hanya 5 persen responden berusia 65 tahun ke atas yang menyatakan bahwa platform tersebut memengaruhi inspirasi perjalanan mereka.
Wisatawan Amerika Serikat paling terdorong bepergian ke luar negeri
Perbedaan pengaruh media sosial juga terlihat berdasarkan negara asal wisatawan. Menurut laporan CNA pada Minggu (11/10/2026), Amerika Serikat menempati posisi pertama dalam persentase wisatawan yang mengaku terdorong melakukan perjalanan internasional akibat konten media sosial. Sebanyak 49 persen wisatawan Amerika Serikat menyatakan bahwa media sosial mendorong mereka bepergian ke luar negeri. Spanyol berada di urutan berikutnya dengan 48 persen, disusul Italia sebesar 44 persen.
Di antara negara yang disebutkan dalam penelitian tersebut, Inggris mencatat persentase terendah. Hanya 25 persen wisatawan Inggris yang mengaku terdorong bepergian ke luar negeri karena pengaruh media sosial. Pablo Caspers, Chief Travel Officer di eDreams ODIGEO, menjelaskan bahwa konten visual di platform digital memberikan cara yang mudah diakses dan lebih personal bagi masyarakat untuk mengenal berbagai tempat di dunia. Ia juga menerangkan bahwa media sosial memungkinkan wisatawan membagikan pengalaman perjalanan mereka sekaligus memberikan inspirasi kepada orang lain untuk mengunjungi destinasi yang belum pernah dijelajahi.
Wisatawan Portugal aktif membagikan dokumentasi liburan
Selain memengaruhi keputusan perjalanan, media sosial menjadi sarana bagi wisatawan untuk mendokumentasikan kegiatan selama berlibur. Portugal menempati posisi teratas dalam kebiasaan mengunggah swafoto dan foto pribadi, dengan persentase mencapai 50 persen.
Spanyol berada di urutan kedua dengan 40 persen, diikuti Italia sebesar 35 persen, Jerman 30 persen, dan Perancis 22 persen. Data tersebut memperlihatkan perbedaan kebiasaan berbagi foto pribadi di antara wisatawan dari berbagai negara. Untuk dokumentasi pemandangan dan bangunan ikonik, Portugal kembali memimpin dengan persentase 88 persen.
Spanyol menyusul dengan 82 persen, sedangkan Perancis dan Jerman masing-masing mencatat 76 persen. Kebiasaan membagikan aktivitas wisata dan makanan juga cukup menonjol di Portugal. Sebanyak 66 persen responden dari negara tersebut mengaku mengunggah konten mengenai pengalaman serta kegiatan wisata mereka.
Persentase yang sama berlaku untuk konten makanan.
Sementara itu, foto hotel dan tempat menginap paling banyak dibagikan oleh wisatawan Jerman, dengan persentase 51 persen. Portugal berada di posisi berikutnya dengan 41 persen, sedangkan Perancis dan Spanyol masing-masing mencapai 38 persen.
Konten positif tetap dibagikan meski liburan mengecewakan
Penelitian Opodo juga menemukan bahwa sebagian wisatawan tetap berusaha menampilkan pengalaman liburan secara positif di media sosial, termasuk ketika perjalanan tidak sesuai harapan. Kebiasaan ini paling banyak ditemukan pada responden Portugal. Sebanyak 54 persen wisatawan Portugal mengaku cenderung tetap mengunggah konten positif meskipun pengalaman liburan mereka mengecewakan. Di Amerika Serikat, persentasenya mencapai 46 persen, sedangkan Spanyol mencatat 36 persen.
Sikap berbeda terlihat pada wisatawan Inggris. Sebanyak 27 persen responden dari negara tersebut menyatakan tidak mungkin membagikan konten positif apabila liburan mereka tidak berjalan sesuai harapan. Di Jerman, hanya 23 persen responden yang mengatakan akan tetap memberikan gambaran positif mengenai perjalanan yang mengecewakan. Perbedaan angka ini memperlihatkan variasi cara wisatawan menampilkan pengalaman liburan mereka secara daring.
Media sosial membantu menemukan destinasi tersembunyi
Fungsi media sosial dalam perjalanan tidak terbatas pada dokumentasi dan inspirasi destinasi populer. Platform digital juga digunakan untuk mencari tempat tersembunyi atau lokasi wisata yang belum banyak dikunjungi.
Portugal kembali mencatat persentase tertinggi untuk kebiasaan tersebut, yakni 42 persen. Spanyol berada di urutan kedua dengan 40 persen, disusul Italia sebesar 36 persen, Perancis 30 persen, dan Jerman 26 persen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki beragam peran dalam pengalaman wisatawan. Selain menjadi ruang untuk membagikan foto dan aktivitas perjalanan, platform tersebut turut membantu pengguna menemukan tujuan baru serta membentuk rencana perjalanan mereka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow