BSINews.id | Aceh Barat – Turnamen Piala Keuchik Gampong Baro Paya 2025 terus menyajikan laga-laga menarik yang memikat antusiasme penonton. Memasuki hari kedua, pada Kamis sore, 19 Juni 2025, pertandingan dari Grup A dan Grup B kembali berlangsung seru di Lapangan Bola Kaki Gampong Baro Paya Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat.
Pada laga Grup A, Doeng Kalle FC tampil solid dengan catatan kemenangan 1 kali dan belum terkalahkan, mengoleksi 3 poin dengan selisih gol +2. Sementara itu, Gaki Keurante FC yang sudah melakoni dua pertandingan, juga mengumpulkan 3 poin berkat satu kemenangan dan satu kekalahan, namun masih tertinggal secara produktivitas gol dengan selisih -1. Kaleut FC menjadi juru kunci grup dengan satu kali bermain dan mengalami kekalahan, mencatatkan selisih gol -1 dan belum mengumpulkan poin.

Di Grup B, persaingan tak kalah panas. Ceh Coh FC membuka turnamen mereka dengan kemenangan tipis, mencatatkan skor +1 dan 3 poin penting. Gura-Gura FC, yang telah menjalani dua laga, meraih satu kemenangan dan satu kekalahan, membuat mereka juga mengoleksi 3 poin dengan selisih gol 0. Sementara itu, Bek Karu FC masih harus berjuang keras usai menelan kekalahan di laga pertama dengan selisih gol -1.
Turnamen ini merupakan bagian dari Piala Keuchik Gampong Baro Paya, yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-III Pemuda Gampong Baro Paya di bawah kepemimpinan Keuchik Agus Sari Malem. Acara ini dijadwalkan berlangsung dari 18 hingga 22 Juni 2025.
Keunikan dari turnamen ini adalah tampilnya enam klub lokal yang dibentuk dari para pemuda-pemudi di tiga dusun, yakni Dusun Cot Meureubo, Cot Lamseupeung, dan Alue Gajah. Para pemain tampil mengenakan seragam lengkap bak klub profesional, membawa nuansa semarak dan semangat kompetitif di lapangan hijau.
Setiap sore, ratusan warga memadati sisi lapangan untuk memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangannya, menciptakan atmosfer penuh semangat dan kebersamaan di gampong yang berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Meulaboh ini.
Turnamen ini tak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga simbol persatuan dan kreativitas generasi muda Baro Paya dalam menghidupkan tradisi serta mempererat tali silaturahmi antar dusun.