BSINews.id | Aceh Barat – Dua Gampong di Kecamatan Pante Ceureumen Kabupaten Aceh Barat dalam seminggu terakhir di terror oleh sekawanan Teuku Rayeuk (Gajah) liar disaat malam hari, Sabtu, 5 Oktober 2024.
Menurut Tatam Likha, seorang aktivis lingkungan dan social kemasyarakatan diwilayah setempat mengatakan, gajah tersebut diperkirakan terdiri dari tiga ekor, termasuk anakan gajah bersama induk dan pejantan dewasa.
“Gajahnya tiga ekor, anak satu ekor, ibunya dan ayahnya” Jelas Tatam
Kawanan gajah ini telah menyebabkan kerusakan besar pada tanaman warga. “Banyak tanaman warga yang rusak, termasuk kelapa sawit, sawah padi, dan kelapa santan. Gajah-gajah ini memakan dan merobohkan tanaman tanpa terkendali,” kata Tatam.
Dugaan sementara, gajah-gajah ini turun ke pemukiman karena kehilangan habitat di hutan yang semakin menyusut.
“Hilangnya hutan sebagai habitat alami gajah membuat mereka turun ke perkampungan warga untuk mencari makanan,” tambah Tatam.
Akibat kerusakan ini, warga mengalami kerugian besar, dan mereka berharap pemerintah serta pihak terkait serius dalam penanganan tersebut.
Gajah liar yang semakin sering memasuki pemukiman dianggap sebagai ancaman serius bagi mata pencaharian mereka, terutama bagi para petani yang mengandalkan hasil sawit, padi, dan kelapa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“dari informasi warga dari mulut kemulut mengatakan bahwa, kalau dimalam hari di dua gampong tersebut mereka merasa ketakutan dengan kehadiran gajah liar tersebut”. Ucapnya