Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Aksi Warga Blokir Truk Batu Bara di Aceh Barat, Situasi Sempat Ricuh

Sebuah mobil truk pengangkut batu bara sedang di arahkan untuk melanjutkan perjalannya, yang sempat di tahan oleh massa di Jalan Lintas Meulaboh-Tutut, Antara Perbatasan Gampong Alue Tampak dengan Gampong Pasi Jambu, Kec. Kaway XVI-Aceh Barat (11/4/2025) Photo : Capture Video Rep Cam ARIFFAHMI

BSINews.id | Aceh Barat – Aksi massa yang menghentikan sejumlah mobil truk bermuatan batu bara milik salah satu perusahaan pertambangan batu bara yang beroperasi di Aceh Barat sempat ricuh dijalan meulaboh-Tutut tepatnya di perbatasan antara Gampong Alue Tampak berbatasan dengan Gampong Pasi Jambu Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat pada jum’at malam (11/4/2025)  sekira jam 21.26 WIB.

Ketegangan terjadi saat salah satu mobil diminta untuk dilanjutkan perjalannya oleh sejumlah orang lelaki yang menghampiri mobil yang disopiri oleh Reza.

Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Reza mengaku dirinya ikut berhenti karena melihat truk-truk lain yang lebih dulu menghentikan laju kendaraan mereka.

Lihat orang ini berhenti semua, kupikir ada apa, maka saya juga ikut berhenti. Kami bawa batu bara milik PT. AJB, kami ini beda-beda vendor,” ujar Reza kepada awak media.

Namun, belum lama truknya terparkir, tiba-tiba sekelompok pria mendatangi dan menginstruksikan agar ia melanjutkan perjalanan.

Salah satu pria berbaju oblong putih berkerah terdengar berkata, “Ja lewat Ja, Motoe Gop Urusan Gop Nyan.” Dalam Bahasa Aceh, Reza pun mengikuti arahan tersebut.

Baru berjalan sekitar 50 meter, truk yang dikemudikannya kembali dihadang oleh massa yang berada di titik awal penghentian. Truk Reza merupakan kendaraan keenam yang dihentikan dalam aksi tersebut.

Meskipun demikian, truk tetap melaju perlahan di tengah kerumunan. Terlihat beberapa orang dari kelompok lain mengawal agar mobilnya tidak berhenti.

BACA JUGA:  Tabung Elpiji Meledak di Rumah Makan Gembira Meulaboh, Begini Cerita Pemiliknya

Dalam pantauan Wartawan BSINEWS.ID terlihat salah seorang pria berambut uban mengenakan jaket pekerja warna biru dengan lis putih dibelakangya, juga terlihat turut mengarahkan truk agar terus berjalan sembari berkata dalam bahasa aceh “ Jak Ju, Jak Ju” perintahnya.

Sopir yang merasa bingung hanya bisa melaju perlahan sambil berkata, “Kiban tajak ureung dikeu?” Jawab Sopir.

Teuku Agam salah satu orang yang mengawal mobil truk tersebut mengatakan bahwa dirinya dan para sopir lainnya hanyalah pekerja yang mencari nafkah.

Nggak tau alasannya. Karena begini, kami orang ambil upah. Kamikan orang ambil upah. Mana urusan kami. Kalau mereka pingin tahan, ya tahan AJB, kan begitu dia,” ujarnya sambil memasuki kedalam mobil pribadinya.

Diketahui bahwa ratusan warga dari enam Gampong di dua Kecamatan Kaway XVI dan Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat menuntut kompensasi dari salah satu perusahaan pertambangan batu bara yang beroperasi diwilayah mereka. Massa juga memblokir jalur hauling agar pihak perusahaan mau mendengar aspirasi warga.

Penulis: ARIFFAHMIEditor: Redaksi