BSINews.id | Banda Aceh – Ribuan warga Banda Aceh memadati jalanan kota pada Ahad (27/7/2025), menggelar long march dari Taman Sultanah Safiatuddin menuju Stadion H. Dirmuthala sebagai bentuk solidaritas untuk rakyat Palestina. Aksi ini diwarnai dengan penggalangan dana kemanusiaan dan seruan dukungan bagi perjuangan Palestina yang hingga kini terus dilanda konflik.
Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, yang hadir dalam aksi tersebut, menegaskan bahwa penderitaan rakyat Palestina bukanlah peristiwa baru. Menurutnya, sejarah panjang penindasan telah dimulai sejak pendirian Israel pada 14 Mei 1948.
“Kebrutalan Israel tidak akan terjadi tanpa dukungan Amerika Serikat. Palestina adalah tanah para nabi yang kini dipenuhi derita akibat agresi militer,” ujarnya di hadapan massa yang mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia.
Farid menyampaikan bahwa hingga saat ini, agresi di Jalur Gaza sudah berlangsung selama 659 hari dengan korban jiwa mencapai 39.560 orang, sementara 143.926 orang lainnya mengalami luka-luka. Ia menekankan bahwa angka tersebut mencerminkan betapa beratnya penderitaan rakyat Gaza, yang hampir 10 persen dari total penduduknya menjadi korban.
Dalam aksi tersebut, masyarakat Banda Aceh bersatu menyuarakan dukungan moral dan bantuan nyata melalui penggalangan dana. Keuchik Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Yuriansyah Yusuf, menyatakan bahwa langkah ini menunjukkan kepedulian warga Aceh terhadap tragedi kemanusiaan di Palestina.
“Kita ingin menyampaikan pesan bahwa Aceh berdiri bersama Palestina, tidak hanya dengan doa, tetapi juga dengan tindakan nyata,” ucapnya.
Aksi damai ini berlangsung tertib dengan penuh semangat. Para peserta mengenakan atribut bernuansa Palestina, membawa poster dukungan, serta menyerukan boikot terhadap produk-produk yang terkait dengan pendukung agresi Israel.