Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Deflasi di Aceh Dipicu Turunnya Harga Cabai Merah dan Ikan Bandeng

Ilustrasi cabe dan tomat. Foto: Malika Islami Arifa.

BSINews.id | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat provinsi ini mengalami deflasi sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month) pada Juni 2025. Penurunan harga ini utamanya disumbang oleh kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa kelompok tersebut menyumbang deflasi sebesar 0,41 persen atau memberikan andil sebesar 0,16 persen terhadap angka deflasi bulanan. Komoditas utama yang paling banyak berkontribusi menekan harga antara lain cabai merah, ikan bandeng, tomat, bensin, dan ikan tongkol.

Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

“Deflasi ini mencerminkan penyesuaian pasokan di pasar, terutama setelah sempat terjadi kenaikan pada komoditas hortikultura pada bulan-bulan sebelumnya,” ujar Tasdik.

Namun secara tahunan (year-on-year/yoy), Aceh masih mencatatkan inflasi sebesar 2,19 persen, yang berarti harga rata-rata barang dan jasa di Aceh naik dibandingkan dengan Juni 2024. Kelompok pengeluaran yang menyumbang andil inflasi tahunan tertinggi masih didominasi oleh kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,74 persen.

Komoditas yang mendorong inflasi tahunan tersebut antara lain beras, emas perhiasan, tarif air minum PAM, sigaret kretek mesin (SKM), ikan dencis, serta minyak goreng.

Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 3,07 persen, sementara terendah di Aceh Tamiang, yaitu 1,33 persen.

BACA JUGA:  Inflasi Naik, Warga Aceh Kembali Dibebani Kenaikan Harga Pangan