BSINews.id | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Aceh mengalami deflasi sebesar 0,59 persen pada Mei 2025 dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan harga ini dipicu oleh turunnya harga sejumlah bahan pangan, terutama cabai merah.
Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa selain cabai merah, komoditas lain yang ikut mendorong deflasi antara lain ikan tongkol, bawang merah, udang basah, dan kentang.
“Deflasi bulanan terbesar datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun sebesar 1,57 persen, memberikan andil deflasi sebesar 0,60 persen,” kata Tasdik.
Meski terjadi penurunan harga secara umum, beberapa komoditas tetap mengalami kenaikan harga dan menyumbang inflasi bulanan, seperti tomat, beras, ikan bandeng, jeruk, dan tiket pesawat.
Secara tahunan (year-on-year), Aceh masih mencatat inflasi sebesar 2,35 persen. Artinya, harga barang dan jasa pada Mei 2025 lebih tinggi 2,35 persen dibandingkan Mei tahun lalu.
Tasdik menyebut, kenaikan tahunan ini terutama disumbang oleh komoditas seperti emas perhiasan, ikan dencis, tarif air PAM, ikan tongkol, dan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM).
Namun, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga dalam setahun terakhir, seperti cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bensin.