BSINews.id | Aceh Besar – Tim Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Aceh Besar mengunjungi makam Panglima Wahab di Gampong Leupung Bale, Kecamatan Kuta Cot Glie. Panglima Wahab dikenal sebagai salah satu perintis kemerdekaan Republik Indonesia yang berasal dari Aceh Besar.
Faisal Sani Akbar, cucu dari Panglima Wahab, menyampaikan bahwa kakeknya merupakan pejuang perang sabil yang terus hidup hingga masa kemerdekaan Indonesia. “Kakek kami menerima tanda kehormatan dari Presiden Soekarno berupa Setya Lencana Perintis Pergerakan Kemerdekaan RI. Nomor SK-nya MENSOS POL 3/V/74/PK dan tertulis di prasasti makam,” ujarnya.
Panglima Abdul Wahab atau yang akrab dikenal Pang Hab lahir pada 1862 di Kampung Keumire, Kecamatan Seulimuem (kini Kuta Cot Glie). Ayahnya, Pang Him, juga dikenal sebagai pejuang yang turut bertempur dalam Perang Aceh bersama Teungku Chik di Tiro.
Dalam catatan keluarga, Pang Wahab pernah diangkat anak oleh Panglima Polem Teuku Cut Banta setelah ayahnya gugur. Sejak remaja, ia dibesarkan dalam lingkungan militer dan ditempa menjadi prajurit Sagoe XXII Mukim. Karier militernya menanjak hingga dipercaya sebagai Ulee Balang atau komandan batalion oleh Panglima Sri Muda Perkasa Teungku Raja Kuala.
Pang Wahab turut memimpin sejumlah pertempuran besar melawan penjajah Belanda, termasuk Pertempuran Keumire yang melibatkan tokoh-tokoh seperti A. Hasjmy, Teungku Hasballah Indrapuri, dan Ahmad Abdullah.
“Atas jasa-jasanya, Gubernur Aceh saat itu, A. Hasjmy, menyerahkan langsung piagam dan menyematkan bintang jasa kepada Pang Wahab pada 17 Agustus 1961,” jelas Faisal.
Pang Wahab wafat pada tahun 1963 dalam usia 101 tahun dan dimakamkan di Leupung Bale, desa tempat ia menghabiskan masa tuanya.