Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Ketua Pansus DPRK Aceh Barat Tinjau Jembatan Miring yang Jadi Jalur Hauling PT. IPE

Ketua Pansus DPRK Tinjau Jembatan Miring di Gampong Bale Kecamatan Meureubo kabupaten Aceh Barat yang Jadi Jalur Hauling Batubara milik PT. IPE (25/5/2025) Photo: ARIFFAHMI

BSINews.id | Aceh Barat – Ketua Pansus DPRK Aceh Barat, Ramli, S.E yang membidangi Pertambangan dan Aset, siang tadi meninjau langsung pembangunan jembatan penghubung antar desa di Gampong Bale Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, yang kini menjadi jalur hauling batubara PT. IPE, dilaporkan mangkrak pembangunannya, Minggu, 25 Mei 2025.

Dalam pantauan wartawan BSINews.id dilapangan terlihat kondisi abutment jembatan miring sebelum proses pembangunan rampung. Sebagai respons sementara, PT. IPE telah membangun jembatan darurat yang saat ini digunakan untuk mendukung aktivitas lalu lintas warga dan operasional perusahaan. Namun, kondisi jembatan utama yang miring itu memicu sorotan tajam dari Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Barat.

Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Ketua Pansus DPRK Aceh Barat Bidang Pertambangan dan Aset, Ramli, S.E, menyampaikan keprihatinannya saat meninjau langsung lokasi bersama wartawan BSINEWS.id. Ia menilai langkah perusahaan yang memilih menopang jembatan miring dengan besi IWF 250, alih-alih membangun ulang seperti yang dijanjikan sebelumnya, sangat tidak layak dan berisiko.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi bersama tim pansus dan menemui pihak perusahaan. Namun sayangnya, jembatan yang sebelumnya dijanjikan untuk dibangun ulang malah hanya disokong besi. Ini sangat aneh dan tidak sesuai dengan komitmen awal. Beton yang sudah miring disokong pun tidak akan kuat,” tegas Ramli.

Ramli menambahkan bahwa ruas jalan dan jembatan tersebut merupakan aset Kabupaten Aceh Barat. Karena itu, ia mendesak agar pembangunan dilakukan sesuai standar teknis dan berkoordinasi langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

BACA JUGA:  GeRAK Minta APH dan ESDM Tertibkan Aktivitas Kapal Pengeruk Emas di Aceh Barat

“Kami minta pihak perusahaan serius membangun. Jangan sampai kehadiran tambang justru menghancurkan infrastruktur masyarakat. Kalau tidak sesuai, kami akan panggil pihak perusahaan untuk klarifikasi dalam waktu dekat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Bustami, mantan Keuchik Gampong Bale Kecamatan Meureubo yang ikut hadir dalam peninjauan, juga menyuarakan kekecewaannya.

“Kalau jembatan ini sudah miring, harus dibangun ulang. Ini akses satu-satunya bagi warga untuk ke kota. Kalau jembatan ini rusak total, masyarakat mau lewat mana lagi? Naik perahu?” kata Bustami geram.

Penulis: ARIFFAHMIEditor: Redaksi