Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

150 Hari Pemerintahan, Presiden Prabowo Ungkap Strategi dan Capaian Besar di Sektor Pangan dan Ekonomi

Photo IG : Prabowo Subianto

BSINew.id | Hambalang, Jawa barat – Dalam suasana santai namun penuh substansi, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membuka secara langsung diskusi bersama enam pemimpin redaksi media nasional yang berlangsung lebih dari tiga jam di kediamannya di Hambalang, pada Minggu, 6 April 2025.

Acara yang dimoderatori oleh Valerina Daniel dari TVRI itu dihadiri oleh Najwa Shihab (Pendiri Narasi), Sutta Dharmasaputra (Pemred Harian Kompas), Alfito Deannova Gintings (Pemred Detikcom), Retno Pinasti (Pemred SCTV-Indosiar), Lalu Mara Satriawangsa (Pemred TV One), dan Uni Lubis (Pemred IDN Times).

Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Dalam pengantarnya sebelum sesi tanya jawab dimulai, seperti dikutip dari laman Channel Youtube TVRI Nasional (7/4/ 2025). Presiden Prabowo menyampaikan refleksi atas perjalanan 150 hari pertama pemerintahannya yang ia sebut sebagai masa yang sangat produktif. Ia menyebut dirinya sebagai presiden yang beruntung karena memiliki waktu transisi yang cukup panjang, yaitu sekitar enam bulan sejak dinyatakan sebagai presiden terpilih oleh KPU hingga pelantikan resmi.

Presiden Prabowo mengaku telah menggunakan waktu transisi tersebut untuk membentuk dan menyusun strategi bersama para pakar utama. “Saya tidak banyak tampil di media waktu itu, tapi kami bekerja keras di belakang layar,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden sebelumnya, Joko Widodo, yang memberikan banyak akses dalam rapat-rapat kabinet, bahkan untuk isu di luar bidangnya sebagai Menteri Pertahanan saat itu.

BACA JUGA:  Peringatan Gempa & Tsunami di Kabupaten Aceh Barat

“Presiden Jokowi mengajak saya ikut dalam berbagai pertemuan strategis, termasuk soal pertanian, ekonomi, dan keuangan. Dari situ saya merasa benar-benar mendapat waktu persiapan yang matang,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan bahwa sejak awal dirinya meyakini bahwa kunci kemajuan bangsa adalah ketahanan di tiga sektor utama: pangan, energi, dan air. Menurutnya, hal itu juga sejalan dengan pemikiran global dan PBB mengenai tantangan utama abad ke-21.

“Food, energy, water — itu tiga isu utama dunia. Dan kita harus swasembada di ketiganya,” tegasnya.

Dalam konteks ketahanan pangan, Prabowo menekankan pentingnya reformasi menyeluruh dalam sistem pertanian. Ia menyoroti tantangan regenerasi petani di Indonesia. “Banyak anak petani tidak mau lagi bertani karena hidup petani identik dengan kesulitan,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa sejak menjadi presiden, ia langsung mengarahkan timnya untuk mempercepat distribusi pupuk, memotong jalur birokrasi, dan mengurangi peran para perantara yang kerap merugikan petani. Tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satu keberhasilan nyata yang dipaparkan Prabowo adalah keberhasilan pemerintah mencegah krisis beras nasional yang sempat dikhawatirkan pada awal 2025. Ia menyebut kerja keras jajaran Kementerian Pertanian sebagai kunci keberhasilan ini.

“Alhamdulillah, kita berhasil mengatasi ancaman krisis beras yang sempat membayangi. Tetangga-tetangga kita banyak yang alami kesulitan. Tapi kita aman,” ungkapnya.

Presiden juga menyatakan rasa bahagianya karena pada Ramadan dan Idul Fitri pertama di masa kepemimpinannya, harga-harga kebutuhan pokok relatif stabil. Ia bahkan mengaku terus memantau harga sembako secara intensif hingga larut malam.

BACA JUGA:  Perkuat Silaturahmi, IPGDR Aceh Barat Buka Puasa Bersama

“Hampir setiap dua malam saya telepon Menteri atau Wakil Menteri Pertanian, tanya harga daging, harga gabah kering panen, dan lainnya,” tuturnya.

Prabowo turut menyoroti keberhasilan peluncuran program makan bergizi untuk anak-anak dan kelompok rentan, yang sempat diragukan oleh sejumlah pihak. Namun, hanya dalam waktu tiga bulan sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program ini sudah menjangkau lebih dari tiga juta penerima manfaat, klem Prabowo.

“Insya Allah Oktober atau November kita sudah bisa mencapai hampir 100 persen target sasaran,” katanya penuh optimisme.

Dalam penjelasan lainnya, Presiden mengungkap bahwa indikator fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif. Ia menyebut inflasi Indonesia sebagai salah satu yang terendah di dunia, dan rasio utang terhadap PDB yang masih terkendali di angka 39 persen.

“Banyak yang bilang utang kita besar. Tapi kalau dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina, posisi kita jauh lebih baik. Defisit kita juga salah satu yang terendah,” ujarnya.

Salah satu inisiatif besar yang diungkap Prabowo adalah peluncuran Danantara, lembaga dana investasi nasional yang disebut-sebut sebagai sovereign wealth fund ala Indonesia. Diluncurkan pada 24 Februari 2025, Danantara merupakan konsolidasi aset-aset negara yang dikelola secara transparan dan profesional.

Presiden menyebut total aset yang dikelola Danantara mencapai USD 980,82 miliar, angka yang menurutnya mengejutkan banyak pihak, termasuk dirinya sendiri. Ia menyebut peluncuran Danantara sebagai salah satu tonggak sejarah yang akan dikenang sebagai warisan besar pemerintahannya.

BACA JUGA:  Aktivitas Pasar Kembali Normal, Petugas Tertibkan Pedagang di Lambaro

“Banyak pemimpin dunia telepon saya, ucapkan selamat. Mereka menganggap ini akan jadi tonggak penting dalam sejarah ekonomi Indonesia,” ungkapnya dengan nada bangga.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa semua gagasan dan strategi tidak akan berarti tanpa eksekusi yang tepat dan cepat. Ia menutup pengantarnya dengan harapan bahwa seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga momentum pembangunan dan reformasi besar yang tengah dijalankan.

“Saya percaya, bangsa ini bisa maju jika kita bersatu dan bekerja keras. Ini baru awal,” pungkasnya.