BSINews.id | Aceh Barat –Likuifaksi atau pergerakan tanah menyebabkan delapan rumah mengalami kerusakan parah di Gampong Meutulang, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, pada Sabtu sore (22 Februari 2025). Rumah-rumah tersebut berada hanya sekitar dua meter dari tebing Sungai Krueng Mume, yang mengalir di sepanjang Jalur Lintas Provinsi Meulaboh–Geumpang.
Menanggapi kejadian ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat bergerak cepat dengan menurunkan tim untuk meninjau kondisi di lapangan. Kepala Dinas PUPR Aceh Barat melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei untuk mengidentifikasi penyebab utama longsoran.
“Kami dari Bidang Jalan PUPR Aceh Barat sejak pagi sudah berada di lokasi dan melakukan pengecekan. Dari hasil pengamatan, salah satu penyebab utama longsoran ini adalah adanya aliran air dari gunung yang tidak mengalir pada jalurnya. Saat hujan deras, air ini langsung menuju permukiman warga, menyebabkan tanah di sekitar rumah-rumah tersebut mengalami pergeseran,” ujar Beni Hardi saat diwawancarai pada Senin (24 Februari 2025).
Sebagai langkah antisipasi, Dinas PUPR Aceh Barat langsung mengerahkan alat berat jenis ekskavator untuk melakukan normalisasi saluran air di sekitar kawasan terdampak.
“Kami sudah mulai melakukan pembentukan saluran air agar aliran yang sebelumnya mengarah ke rumah warga bisa dikendalikan. Setelah itu, kami akan melakukan pemancangan batang kelapa di beberapa titik untuk mencegah longsoran lebih lanjut,” tambahnya.
Dari pantauan wartawan sore tadi di lapangan bahawa, Selain 8 Rumah yang rusak parah yang terjadi pada sabtu sore, Rumah Ibu Saidah (60) pagi tadi juga dilaporkan juga mengalami penurunah tanah di bagian belakang rumahnya dan terlihat beberapa bagian dapur terlihat retak, yang terjadi pagi tadi.
Mengenai kondisi rumah-rumah yang terdampak, Beni Hardi menjelaskan bahwa sebagian besar bagian belakang rumah sudah mengalami keretakan dan penurunan tanah hingga sekitar 50 cm hingga 1 meter.
“Dengan kondisi ini, tetap tinggal di lokasi menjadi sangat berisiko. Oleh karena itu, kami berencana melakukan relokasi terhadap sembilan rumah yang terdampak secara signifikan,” ungkapnya.
Selain upaya perbaikan saluran air, pihak PUPR juga mempertimbangkan pembangunan tanggul atau perkuatan tanah di sekitar area yang rentan longsor.
“Besok kami targetkan pemancangan batang kelapa sebagai penahan tanah di tiga titik yang paling rawan. Hari ini kami fokus pada mobilisasi material agar proses pengerjaan bisa segera dimulai,” jelasnya lebih lanjut.
Sementara itu, terkait kondisi Jalan Lintas Meulaboh–Geumpang, Beni memastikan bahwa meskipun ada beberapa titik yang mengalami penurunan, jalur tersebut masih bisa digunakan.
“Saat ini jalannya masih bisa digunakan dengan normal, meskipun tadi pagi sempat terganggu karena proses pemindahan material di sekitar lokasi,” pungkasnya.