Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Ada Lomba Olah Raga Tradisional di Cot Seulamat

Suandi "Memang permainan tradisional Aceh ini sudah lama tidak dimainkan. Sekarang kita perkenalkan kembali ke ruang publik"

Permainan Galah Panyang

BSINews.id | Aceh Barat – Dalam rangka menggalakkan permainan tradisional aceh yang jarang dimainkan oleh anak-anak jaman modern atau generasi Alpha, Warga Gampong Cot Seulamat, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, menggelar perlombaan permainan tradisional antar dusun yang diresmikan oleh Camat Samatiga, Drs. Zulmahdi, M.Si sore tadi dilapangan bola kaki setempat yang akan digelar selama tujuh hari berturut-turut, Kamis, 10 Oktober 2024.

Perlombaan ini memperkenalkan kembali permainan tradisional Aceh yang sudah lama tidak dimainkan, seperti Galah Panyang, Geunteut serta permainan Tabak.

Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Acara ini dirancang untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan kekayaan budaya Aceh.

Suandi, tokoh masyarakat setempat, menyampaikan pentingnya menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah arus modernisasi yang kian deras.

“Memang permainan tradisional Aceh ini sudah lama tidak dimainkan. Sekarang kita perkenalkan kembali ke ruang publik, baik di tingkat lokal maupun Kabupaten Aceh Barat, khususnya di Kecamatan Samatiga,” ujar Suandi.

Ia menambahkan bahwa acara ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak agar mereka terbiasa dengan permainan yang positif.

“Dengan adanya perlombaan ini, setidaknya anak-anak kita bisa memiliki alternatif di waktu luang mereka, daripada hanya terfokus pada permainan online,” tegasnya.

Nasrul, Keuchik Gampong Cot Seulamat, menyampaikan bahwa perlombaan ini melibatkan berbagai permainan tradisional yang kini jarang ditemui yang sengaja di gelar untuk warganya lomba antar dusun.

BACA JUGA:  Bupati Aceh Barat Buka Musrenbang RKPD Meureubo, Soroti Stabilitas Ekonomi dan Isu Sosial

“Adapun permainan yang diperlombakan antara lain Galah Panyang, Geunteut, dan Tabak. Hari ini, permainan tersebut dimainkan oleh semua kalangan tua muda, dan pada hari pembukaan ini permainnan dimainkan oleh orang dewasa guna untuk memperlihatkan kepada anak-anak cara bermainnya. Mulai besok, perlombaan akan dimulai dan diadakan setiap hari hingga sore selama tujuh hari ke depan,” jelas Nasrul.

Nasrul menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghidupkan kembali budaya dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kita berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar warga dan memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda.”

Camat Kecamatan Samatiga, Drs. Zulmahdi, M.Si dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada penyelenggara dan seluruh masyarakat Gampong Cot Seulamat atas inisiatif mereka.

“Perlombaan ini dulunya sangat populer di kalangan orang tua kita, namun anak-anak sekarang banyak yang tidak mengenalnya karena lebih banyak menghabiskan waktu dengan HP dan permainan online. Kami sangat mendukung inisiatif ini untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan membangun kreativitas anak-anak,” ucap Zulmahdi.

Zulmahdi juga menyatakan bahwa permainan tradisional ini dapat membantu anak-anak dalam mengembangkan fisik dan sosial mereka. “Anak-anak kita sekarang lebih banyak duduk di depan gadget, dan banyak yang harus memakai kacamata sejak dini karena terlalu banyak terpapar layar. Melalui permainan tradisional, mereka diajak untuk bergerak dan berinteraksi dengan teman sebaya, sekaligus menjaga kesehatan mereka,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Puslitbang Polri Pastikan Aplikasi Digital Korlantas Sesuai Standar MPTIK di Polda Aceh

Zulmahdi berharap perlombaan ini dapat menjadi awal dari gerakan yang lebih besar untuk melestarikan budaya Aceh di tingkat kecamatan hingga kabupaten. “Kami berharap acara ini bisa menjadi inspirasi bagi gampong-gampong lain di Samatiga dan Aceh Barat untuk mengadakan kegiatan serupa, agar permainan tradisional kita tidak punah dan tetap hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Dengan diresmikannya acara ini, masyarakat Gampong Cot Seulamat menunjukkan semangat besar untuk melestarikan permainan tradisional dan warisan budaya lokal. Perlombaan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang tinggi, khususnya dalam mengajarkan anak-anak pentingnya kebersamaan dan kreativitas.

Penulis: ARIFFAHMIEditor: Redaksi