BSINews.id | Aceh Barat – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, menyelenggarakan diskusi publik mengenai Pilkada Aceh 2024. Diskusi ini membahas berbagai isu strategis termasuk perihal wajah peta jalan pembangunan Aceh.
“Banyak hal yang kami bahas dalam diskusi berkenaan dengan kemunculan figur sosok para bakal calon Gubernur Aceh,” kata Ketua Umum Dema STAIN TDM, Vazil, usai pembukaan kegiatan diskusi di Aula terintergrasi kampus setempat, Rabu, 7 Agustus 2024.
Vazil mengakatan, dengan kemunculan para figur bakal calon Gubernur Aceh, tentu kiranya hadir harapan bagi masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai solusi menjawab berbagai persoalan di Aceh.
“Persoalan itu baik dari masalah pengangguran, ketimpangan sosial, pendidikan, kemiskinan, pemerataan pembangunan dan nasib keberlangsungan dana Otsus yang beberapa tahun ke depan akan segera berakhir,” katanya.
Menurut Vazil, forum diskusi ini diadakan lantaran kampus merupakan laboratorium pendidikan dan pusat kajian termasuk kajian perkembangan dinamika politik dan pembangunan daerah.
Oleh karena itu, ucap Vazil, perlu untuk dibuka ruang-ruang forum diskusi dan dialektika yang membangun.
“Kalau kita mau bicara arah bangsa kita mulai bicara di ruang-ruang kampus, pun begitu dengan daerah,” ujarnya.
Apalagi momen pilkada ini, kata Vazil, akan diikuti oleh sebagian besar Gen-Z dan milenial. Maka perlu diadakannnya diskusi publik tersebut.
“Labilitas dan apatisme soal memilih kepala daerah di tengah mahasiswa terjadi karna kurangnya pengetahuan dan pendidikan politik yang diperoleh. Apabila ini terjadi akan membuat bangsa ini semakin layu,” tandasnya.
Vazil menjelaskan, ada beberapa poin penting dipaparkan oleh narasumber dalam diskusi ini, antaranya, pandangan perihal tantangan Aceh ke depan, yaitu kesehatan, kemiskinan, kerusakan lingkungan, pendidikan, keadilan sosial, termasuk sumber daya alam (SDA) seperti minyak gas bumi.
Kemudian, juga membahas izin konsesi tambang dan kesetaraan gender. Tak luput membahas karateristik pemimpin Aceh ke depan yang semestinya harus memiliki kapabilitas memiliki daya pikir visioner dan memiliki intergritas.
Kemudian, diskusi public ini juga mengulas terkait dana Otsus dan kewenangan pemerintah Aceh.
“Apabila dana Otsus Aceh berakhir maka akan membuat pembangunan Aceh melemah, karena itu dana Otsus perlu diperpanjang. Poin-poin penting tersebut disampaikan langsung narasumber yang berkaitan erat dengan figur bakal calon Gubernur Aceh,” jelas Vazil.
Senada, dikatakan Ketua Umum HMI Cabang Meulaboh, Aris Munandar, apabila dana Otsus benar berakhir, maka Pemerintah Aceh tentunya harus menciptakan alternatif pendanaan daerah melalui potensi alam yang dimiliki Aceh.
“Kita fikir pemerintah harus siap soal itu dan barsela harus dipersiapkan sebagai kawasan industri berbasis Agro terutama sektor perkebunanannya,” imbuh Aris.
Dalam kegiatan diskusi publik ini, turut hadir Ketua STAIN TDM, Dr. Syamsuar, M.Ag., yang membuka langsung kegiatan tersebut.
Beritandak sebagai narasumber, Yudhi Fahrimal, S.I.Kom., M.I.Kom dan Jefrie Maulana, S.H, M.H.
Acara diskusi publik yang bertajuk For You Aceh, “mengupas kelayakan Bacalon Kepala Daerah 2024, Benarkah Aceh Telah Salah Urus?!”, juga dihadiri seratusan peserta dari sejumlah organisasi, HMI KNPI, IMM, KAHMI, FORHATI, KOHATI.
Kemudian, PEMA UTU, DPM UTU, SEMA STAIN, DPM FISIP, BEM Ekonomi, Pemuda Muhammadiyah, HMJ dan HMP lingkup kampus STAIN TDM.[]