Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Manfaatkan Pekarangan Rumah, Dosen Universitas Teuku Umar Hasilkan Jutaan Rupiah dari Madu Trigona

Khairun Nisa , S.P, M.P : Lebah Madu Trigona sebagai obat antivirus. "Saya meminum air rebusan Propolis Lebah Madu Trigona untuk menjaga kesehatan tubuh,"

Khairun Nisa , S.P, M.P salah satu Dosen Pertanian Universitas Teuku Umar sedang manen madu dari lebah trigona di pekarangan rumahnya (20/4/2024) Foto: Arif Fahmi

BSINews.id | Aceh Barat –Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan dan penelitian, Khairun Nisa, S.P, M.P, seorang dosen di bidang pertanian Universitas Teuku Umar, menemukan potensi luar biasa dalam memanfaatkan pekarangan rumahnya. Dengan keahliannya dalam beternak lebah madu Trigona, yang dikenal sebagai “Linoet” di Aceh, Khairun berhasil mengubah pekarangan rumahnya menjadi ladang penghasil uang. Sabtu, 20 April 2024

Dalam wawancara eksklusif, Khairun mengungkapkan bahwa setiap bulannya, pekarangan rumahnya mampu menghasilkan madu Trigona dalam jumlah yang cukup signifikan. “Dengan memiliki 3 sarang Linoet di pekarangan rumah, saya bisa memproduksi madu Trigona dengan rata-rata setengah kilogram per bulannya, bahkan bisa lebih pada waktu tertentu,” ungkapnya.

Iklan Dinas PUPR Aceh Barat

Menariknya, bukan hanya madu yang dihasilkan dari pekarangan rumah Khairun. Ia juga memanfaatkan Propolis Lebah Madu Trigona sebagai obat antivirus. “Saya meminum air rebusan Propolis Lebah Madu Trigona untuk menjaga kesehatan tubuh,” tambahnya.

Khairun Nisa memperlihatkan hasil panennya berupa Bee Pollen, Madu dan Provolis (Foto: Arif fahmi)

Khairun menekankan bahwa beternak lebah madu Trigona tidak hanya menguntungkan dari segi finansial, tetapi juga ramah lingkungan dan mudah dilakukan. “Lebah madu ini sangat ramah pada manusia karena tidak menyengat atau menggigit. Sangat mudah dibudidayakan hanya dengan menanam bunga, seperti Bunga Air Mata Pengantin (Antigonon Leptopus),” jelas Khairun.

Tanaman Bunga Air Mata Pengantin (Antigonon Leptopus) adalah salah satu sumber protein lebah trigona untuk menghasilkan madu (Foto: Arif Fahmi)

Dia juga berbagi rencananya untuk mengembangkan usaha ini ke depannya. “Kami akan membuat suatu perlebahan di mana kami harus menanam dulu bunganya atau tanaman-tanaman yang menghasilkan madu, seperti buah-buahan. Baru kami bisa membudidayakan secara besar-besaran,” paparnya.

BACA JUGA:  Amankan WWF di Bali, Polri Turunkan Pasukan Berkuda

Dengan inovasinya ini, Khairun tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri, tetapi juga memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka dengan lebih optimal.

Penulis: Arif FahmiEditor: Redaksi