BSINews.Id | Aceh Barat –Seorang remaja etnis Rohingya, Umar Faroq (9) atau lebih dikenal dengan nama panggilan Salman yang menjadi korban kapal terbalik di perairan Aceh beberapa waktu lalu, kini mengalami sakit demam di tenda penampungan sementara di Komplek Kantor Bupati Aceh Barat.
Umar telah dirawat di UGD Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh setelah dibawa menggunakan mobil ambulans PSC 119 yang bermarkas di Gampong Suak Indrapuri Kecamatan Johan Pahlawan yang siap siaga 24 jam.
“Anak yang berumur 9 tahun bernama Umar Faroq beliau mengalami demam agak sedikit lebih panas jadi kita langsung bawa ke rumah sakit,” ungkap Khairil Abdullah dari PB PMI Meulaboh.
“Mungkin karena teringat orang tuanya meninggal di laut apalagi beberapa hari lagi lebaran, memang dia terlihat sakit sudah dua hari namun tidak separah malam ini, biasanya cukup dengan minum parasetamol aja.”
Menurut Khairil, semua biaya pengobatan Umar ditanggung oleh pihak IOM (Organisasi Internasional untuk Migrasi) dan UNHCR (Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi).
“Biasanya setelah minum obat langsung sehat. Dari hasil laporan dengan dokter hasil diagnosa sakit demam, dan saat ini sudah diinfus hanya di observasi beberapa jam saja tadi.”
Usai diobservasi beberapa jam di ruang UGD CND Meulaboh pasien dinyatakan sehat oleh dokter jaga setempat dan kembali ketenda pengungsian.
“Alhamdulillah, pada jam 3.36 dini hari, pasien tersebut sudah sehat dan kembali ke tenda pengungsi lagi,” ucap Khairil dengan lega.
“Kami sangat bersyukur atas kesembuhan Umar Faroq dan terima kasih atas perhatian serta dukungan dari semua pihak dalam proses pemulihannya.”